Sejarah Singkat Pengembangan Pedagogi
Paradigma Pedagogi Ignasian (PPI) muncul setelah melalui proses yang panjang. Bila dirunut jauh kebelakang, PPI berkaitan dengan pedagogi Jesuit yang dirintis oleh Pater Jerome Nadal SJ, tangan kanan Santo Ignasius dari Loyola, pendiri Serikat Jesus ( 1507-1580). Nadal bisa dibilang tokoh yang paling berjasa yang mengembangkan pedagogi pada awal berdirinya Serikat Jesus. Berkat jasanya tersusun rencana studi ( plan of studies ). Rencana studi itu semula dipakai di Kolese Mesiana ( 1548 ), kemudian menjadi rencana studi untuk seluruh Serikat Jesus.
Rencana studi Mesiana ini punya pengaruh besar pada tahap penyiapan Ratio Studiorum Serikat Jesus. Pintu masuknya adalah Kolese Roma yang didirikan oleh Ignasius tahun 1551. Kolese Roma ditunjuk sebagai pusat penggodokan pedagogi bagi seluruh sekolah Serikat. Pada tahun 1558, diterbitkan Ratio Studiorum Kolese Roma yang menjadi model sekolah-sekolah Serikat. Pada tahun 1583 Claudius Aquaviva ( jenderal Serikat Jesus ) membentuk suatu komisi 6 ahli dengan tugas mengerjakan redaksi atas Ratio. Baru pada tanggal 8 januari 1599 versi final dari Ratio Studiorum ( lengkapnya : Ratio Atque Institutio Studiorum Societatis Lesu : Rencana Pengajaran untuk Lembaga Pendidikan Serikat Jesus ) dipromulgasikan. Ratio Studiorum ini menjadi dokumen pedagogi pertama yang disetujui oleh Pater Jenderal, yaitu Claudius Aquaviva dan diberlakukan untuk pengembangan pendidikan Serikat Jesus.
Ratio sendiri merupakan pengembangan bab IV Konstitusi SJ karangan St. Ignasius yang berisi rangkaian prinsip-prinsip dan norma-norma untuk universitas, sekolah dan untuk pengembangan pendidikan Serikat Jesus. Oleh karenanya Ratio perlu dibaca dan dimengerti dalam kerangka Konstitusi SJ dan dalam terang latihan Rohani St.Ignatius. Ratio bukanlah risalah teoritis, tetapi suatu pegangan praktis yang menjelaskan cara kita bertindak ( our way of proceeding ) dalam pendidikan. Ratio Studiorum inilah yang selanjutnya dipakai sebagai pegangan penyelenggaraan pendidikan dalam Serikat Jesus selama berabad-abad.
Dalam rangka merayakan 400 tahun Ratio Studiorum, P.H.Kolvenbach SJ, Jenderal Serikat Jesus, meminta sebuah tim untuk mengkaji unsur-unsur kunci dalam pendidikan Jesuit. Buah dari kerja tim ini adalah diterbitkanya buku "The Characteristic of Education of the Society of Jesus" ( Ciri-ciri khas pendidikan pada lembaga pendidikan Jesuit ) pada tahun 1986. Buku ini tidak boleh dipandang sebagai ratio baru, tetapi lebih untuk memberi suatu visi umum dan pengertian tentang maksud pendidikan dalam Serikat. Dokumen itu memberi sumbangan untuk pengembangan perasaan kesatuan pendidikan dalam Serikat, tidak melalui suatu rencana pengajaran yang umum, tetapi dengan memberi inspirasi Ignasian yang mendasar. Berdasar dari inspirasi St. Ignasius tersebut, Serikat Jesus berusaha melayani Tuhan dan menolong jiwa-jiwa melalui karya pendidikan.
Selanjutnya, dalam rangka memberi jawaban atas banyak permintaan tentang pedagogi yang praktis dan efektif untuk mewujudkan nilai-nilai yang dikemukakan dalam dokumen "Ciri-ciri khas pendidikan pada lembaga pendidikan Jesuit", Komisi Internasional Kerasulan Pendidikan menyusun dokumen pedagogi Ingnasian. Dokumen ini dikembangkan berdasarkan pasal 10 dari buku "Ciri-ciri Pendidikan Jesuit" dan diharapkan dapat membantu menyatukan dan mewujudkan berbagai asas yang dikemukakan didalamnya. Paradigma Pedagogi yang disampaikan disini meliputi gaya pendidikan dan proses belajar mengajar. Pedagogi ini dapat membantu menyatukan pendidikan nilai dan pembentukan pribadi ke dalam kurikulum yang ada, dengan tanpa menambah pelajaran atau matapelajaran baru. Dokumen PPI dimaksudkan untuk memberikan arahan lebih praktis khususnya kepada para guru dalam interaksi belajar mengajar di kelas.
Sumber : Panduan Pembelajaran berpola PPR di Strada
Sumber : Panduan Pembelajaran berpola PPR di Strada
Tag :
Pedagogi Reflektif
0 Komentar untuk "Paradigma Pedagogi Reflektif"