UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI SISWA DALAM BELAJAR
IPS KHUSUSNYA MATERI HAFALAN VERBAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN
MAKE-A MATCH ( MENCARI PASANGAN ) DI KELAS IXB SMP STRADA ST.MARIA 2 TANGERANG
I. LATAR BELAKANG MASALAH
Salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah :
Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan dan
mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. Sedangkan
salah satu hak peserta didik adalah mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai
dengan bakat, minat dan kemampuannya. Oleh karena itu proses pembelajaran di
sekolah seyogyanya mampu membangkitkan minat dan membangun kemauan siswa untuk
membangun kompetensinya. Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan
hasil belajar siswa, perbaikan dan pembenahan dalam berbagai hal yang berkaitan
dengan proses pembelajaran harus dilakukan oleh semua pihak, terutama oleh
guru.
IPS Terpadu adalah mata pelajaran yang merupakan gabungan antara berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, yang biasanya terdiri atas beberapa mata pelajaran seperti misalnya : Geografi, Sosiologi/Antropologi, Ekonomi, dan Sejarah. Dalam mata pelajaran IPS Terpadu banyak terdapat materi hafalan verbal ( materi yang harus dihafal persis seperti apa adanya misalnya : nama tokoh, tahun peristiwa, nama tempat, peristiwa sejarah, hasil keputusan sebuah konferensi dan sebagainya ) yang untuk menguasainya siswa dituntut memiliki kemauan dan ketekunan untuk menghafalnya. Dalam pembelajaran IPS Terpadu kebanyakan siswa kurang berminat terhadap materi-materi hafalan verbal, ditambah dari pihak guru lebih banyak menyampaikan materi secara verbal atau menggunakan metoda ceramah sehingga daya serap atau hasil belajar siswa rendah. Melihat kondisi rendahnya daya serap siswa dan hasil belajar siswa terhadap materi hafalan verbal di kelas IXB SMP Strada St.Maria 2 Tangerang, beberapa upaya akan dilakukan oleh peneliti, salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran yang aktif, kreatif serta efektif dan menyenangkan guna memotivasi siswa untuk belajar sehingga hasil akhirnya menjadi lebih baik.
II. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
A.
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana
tersebut didepan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini
adalah : Apakah melalui model pembelajaran Make-A Match ( mencari pasangan )
dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IXB SMP Strada St.Maria 2 Tangerang
terhadap materi hafalanverbal.
B. Pemecahan Masalah
B. Pemecahan Masalah
Dalam membangun sebuah kompetensi tentu akan
dipengaruhi oleh berbagai macam hal dan salah satunya adalah motivasi. Motivasi
yang dimiliki seorang siswa bisa berasal dari dalam diri siswa itu sendiri atau
factor intern, maupun factor yang berasal dari luar siswa atau factor ekstern.
Berdasarkan pengamatan penulis terhadap perolehan nilai pada materi Perang
Dunia II dan Pendudukan Jepang di Indonesia, ( materi ini banyak mengandung hafalan
verbal ) ternyata daya serapnya sangat rendah. Berikut adalah tabel perolehan
nilai pada materi Perang Dunia II dan Pendudukan Jepang di Indonesia.
Interval
Nilai
|
Frekuensi
|
prosentase
|
0
– 20
|
5
|
15.63
%
|
21
– 30
|
7
|
21.88
%
|
31
– 40
|
9
|
28.13
%
|
41
– 50
|
4
|
12.50
%
|
51
– 60
|
1
|
3.13
%
|
61
– 70
|
5
|
15.63
%
|
71
– 80
|
0
|
0
%
|
81
– 90
|
1
|
3.13
%
|
91
– 100
|
0
|
0
%
|
Dengan KKM 70 hanya ada empat siswa yang memperoleh nilai 70 keatas ( 3 siswa memperoleh nilai 70 dan 1 siswa memperoleh nilai 85 ), maka daya serap siswa terhadap proses pembelajaran hanya 12.50 %.Dari data tersebut diatas ditambah dengan hasil wawancara dengan sebagian besar siswa menunjukkan bahwa dalam belajar IPS siswa tidak menyukai materi-materi yang banyak mengandung hafalan sehingga motivasi belajar siswa rendah. Menurut pengamatan penulis masalah rendahnya motivasi siswa ini disebabkan oleh berbagai hal, dan yang paling utama adalah :
· Materi yang harus dihafal siswa terlalu banyak
· Penyampaian materi yang sebagian besar
menggunakan metoda ceramah yang cenderung membosankan siswa.
Untuk mengatasi masalah tersebut penulis mengganti model pembelajaran dari yang sebelumnya didominasi model ceramah yang cenderung membosankan dengan menggunakan model pembelajaran yang menyenangkan seperti dalam model Make A Match ( mencari pasangan ). Harapan penulis dengan model pembelajaran yang menyenangkan paling tidak akan mampu menimbulkan motivasi ekstrinsik siswa sehingga siswa akan lebih tekun dalam membangun kompetensinya. Hal ini akan terjadi karena fungsi motivasi menurut Oemar Hamalik (2001;161) adalah :
a. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.
Tanpa motivasi maka tidak akan timbul suatu perbuatan seperti belajar.
b. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya
mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan.
c. Motivasi berfungsi sebagai penggerak dalam melakukan
sustu perbuatan.
Dengan memiliki motivasi yang kuat dalam belajar, seorang siswa tentu
akan memperoleh hasil yang baik pula.
C. Hipotesis
Hipotesis yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah :
“Dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match ( mencari pasangan )
dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari materi-materi hafalan
verbal bagi siswa kelas IXB SMP Strada St.Maria 2 Tangerang”
III. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum :
Secara umum tujuan penelitian adalah menjadi masukan
bagi guru atau penulis tentang pengaruh model pembelajaran terhadap daya serap
siswa dan meningkatkan motivasi siswa dalam
belajar materi-materi yang banyak mengandung hafalan verbal.
Tujuan Khusus :
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah :
“Untuk mengetahui apakah dengan menggunakan model pembelajaran Make-A Match (
mencari pasangan ) dapat meningkatkan motivasi siswa kelas IXB SMP Strada
St.Maria 2 Tangerang dalam belajar materi-materi hafalan verbal.”
IV. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua
pihak yang terkait dengan proses pembelajaran di SMP Strada St.Maria 2
Tangerang, terutama pihak yang terkait langsung yaitu :
a.
Bagi siswa :
Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IXB SMP Strada
St.Maria 2 Tangerang dalam mempelajari materi-materi hafalan verbal, sehingga
hasil belajar siswa terhadap materi-materi tersebut dapat lebih baik.
b.
Bagi guru / penulis :
Sebagai bahan masukan bagi guru atau penulis dalam meningkatkan
kualitas pembelajaran di kelas.
c.
Bagi sekolah :
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu opini
untuk meningkatkan kualitas pelayanan di SMP Strada St.Maria 2 Tangerang
V. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
Secara umum
pelaksanaan penelitian akan dilakukan selama tiga siklus. Dalam setiap siklus
aktivitas penelitian dilakukan sesuai dengan prosedur PTK, yakni berupa
rangkaian kegiatan yang terdiri dari : (1) perencanaan tindakan, (2)
pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan/observasi, dan (4) refleksi. Uraian
rencana dan prosedur penelitian adalah sebagai berikut :
1. Rencana Penelitian
- Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah siswa kelas IXB SMP Strada St.Maria 2
Tangerang dengan jumlah 32 siswa. Pertimbangan penulis mengambil kelas IXB
sebagai obyek dalam penelitian ini, karena dari empat kelas IX yang ada di SMP
Strada St.Maria 2 Tangerang, kelas IXB yang memiliki daya serap atau hasil yang
paling rendah.
- Tempat Penelitian
Dalam penelitian ini penulis mengambil tempat di SMP Strada St.Maria 2
jalan Daan Mogot No.44 Kota Tangerang, karena penulis adalah guru IPS pada
sekolah tersebut, sehingga memudahkan dalam mencari data, peluang waktu yang
luas dan sangat sesuai dengan profesi penulis.
- Waktu Penelitian
Dengan berbagai pertimbangan dan alasan penulis menentukan menggunakan
waktu penelitian selama empat bulan, dari bulan November 2010 sampai dengan Januari
2011. Jadi waktu penelitian mulai dari perencanaan sampai dengan laporan hasil
penelitian berada pada semester pertama dan kedua tahun pelajaran 2010/2011.
- Biaya Penelitian
Anggaran biaya yang diperlukan dalam penelitian ini hanya diperuntukkan
membeli dua rim kertas buffalo dan biaya foto copy. Rincian rencana anggaran
biaya penelitian adalah :
- Kertas buffalo dua rim Rp.60.000,-
- Foto copy daftar scor Rp.10.000,- +
Jumlah : Rp.70.000
e. Tim Penelitian
Penelitian ini melibatkan tim peneliti yang terdiri dari :
1. Nama :
HY.Eddy Utomo
Pekerjaan :
Guru IPS SMP Strada St.Maria 2 Tangerang
Tugas :
Peneliti
2. Nama :
V. Yuli Budiasri
Pekerjaan :
Guru IPA SMP Strada St.Maria 2 Tangerang
Tugas :
Observer
2. Prosedur Penelitian
- Rencana Tindakan
Agar penelitian dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, penulis mengawali
rencana tindakan dengan menganalisis materi pembelajaran IPS terpadu kelas IX
guna menetapkan materi-materi yang banyak mengandung hafalan verbal. Langkah
berikutnya penulis menyusun RPP yang menggunakan model pembelajaran Make-A
Match, kemudian menyiapkan kartu-kartu pertanyaan dan kartu-kartu jawaban yang
diperlukan dalam model pembelajaran Make-A Match dan membuat instrumrn-instrumen
pengumpulan data.
- Tindakan Penelitian
Siklus Pertama
- Rencana Tindakan
Pada bagian ini penulis mempersiapkan RPP dengan model pembelajaran
Make-A Match untuk satu kali pertemuan, peralatan-peralatan pendukung model pembelajaran
tersebut dan alat penilaian yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan
belajar siswa.
- Pelaksanaan Tindakan.
Pada bagian ini penulis melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang
sesuai dengan RPP yang telah disiapkan dengan langkah-langkah pembelajaran yang
sesuai dengan model pembelajaran Make - A Match. Kemudian dilanjutkan dengan penilaian pada
pertemuan berikutnya untuk mengukur keberhasilan belajar siswa.
- Pengamatan / Observasi
Pada bagian ini penulis dibantu oleh seorang kolaborator untuk melakukan
pengamatan terhadap jalannya kegiatan pembelajaran secara menyeluruh, apakah
sudah sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Fokus pengamatan yang dilakukan
adalah : (1) Skenario pembelajaran, (2) Motivasi / keaktifan siswa, (3) Suasana
kelas, (4) penyimpangan-penyimpangan yang terjadi.
d. Analisis
dan Refleksi
Pada bagian ini penulis melakukan analisis terhadap data-data hasil
observasi atau pengamatan dan data-data penilaian. Hasil analisis kemudian
direfleksikan untuk membuat
kesimpulan-kesimpulan untuk dijadikan sebgagai bahan evaluasi terhadap siklus
yang sudah dilaksanankan dan perbaikan pada siklus berikutnya.
Siklus Kedua
Pada siklus kedua prosedur tindakan penelitian sama dengan siklus pertama,
didahului dengan mencermati kesimpulan - kesimpulan siklus pertama sehingga
kelemahan – kelemahan siklus pertama tidak terulang pada siklus kedua.
Siklus Ketiga
Pada siklus ketiga prosedur tindakan penelitian sama dengan siklus
pertama maupun kedua sampai diperoleh hasil seperti yang diharapkan.
VI. JADWAL
KEGIATAN
Seluruh rangkaian
kegiatan Penelitian Tindakan Kelas, mulai dari siklus pertama sampai penyusunan
laporan penelitian akan dilakukan dalam empat tahap dengan jadwal sebagai
berikut :
- Tahap pertama : Siklus pertama dilakukan pada minggu pertama bulan November 2010.
- Tahap Kedua : Siklus kedua dilakukan pada minggu kedua bulan Januari 2011 ( Bulan Desember hanya ada sedikit hari efektif sehingga tidak bisa dilakukan penelitian )
- Tahap Ketiga : Siklus ketiga dilakukan pada minggu kedua bulan Februari 2011.
- Tahap keempat : Penyusunan laporan Penelitian Tindakan Kelas dilakukan pada minggu keempat bulan Februari 2011.
Tag :
Makalah - Artikel
0 Komentar untuk "Proposal Penelitian Tindakan Kelas"