Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari unsur: tujuan, bahan pelajaran, strategi, alat, siswa, dan guru. Semua unsur atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi; dan semuanya berfungsi dengan berorientasi kepada tujuan.
Dengan demikian dalam penyusunan rencana pembelajaran kita harus mempertimbangkan secara keseluruhan komponen dalam rencana pembelajaran tersebut adalah sebuah sistem, artinya semuanya saling terkait dan memiliki ketergantungan. Sangat tepat sekali bahwa memang kita dalam menyusun RPP harus tetap mengacu pada SK dan KD serta indikator dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Dalam menyusun tujuan pembelajaran kita harus mulai berupaya pemikiran kita loncat ke masa depan artinya dimana nanti kita mampu menggambarkan apa yang akan terjadi dalam pencapaian tujuan pembelajaran tersebut.Ada pendekatan yang dapat kita lakukan dalam menyusun sebuah RPP yaitu dengan model Backward Design (desain mundur. Langkah-langkah disain mundur: ada tiga tahapan dalam menyusun design mundur diantaranya;
- Menetapkan tujuan yang mengacu kepada standar kompetensi. konpetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran;
- Menentukan assesmen / penilaian ;
- Menentukan model-model pembelajaran.
Ada dua skenario yang berbeda, coba kita perhatikan di bawah ini:
Rasionalnya pertama ” ketika saya memiliki keinginan untuk pergi ke jakarta, maka saya terlebih dahulu menenetukan bawah saya akan pergi ke jakarta , kemudian saya menetukan bahwa saya harus naik angkot untuk sampai di terminal leuwi panjang dan kemudian saya naik bis menuju jakarta dan akhirnya sampailah saya di Jakarta. Setelah sampai barulah saya melihat apakah saya datang ke Jakarta tersebut saya menyusun evaluasinya atas apa yang telah saya jalani untuk sampai ke Jakarta”
Rasionalnya pertama ” ketika saya memiliki keinginan untuk pergi ke jakarta, maka saya terlebih dahulu menenetukan bawah saya akan pergi ke jakarta , kemudian saya menetukan bahwa saya harus naik angkot untuk sampai di terminal leuwi panjang dan kemudian saya naik bis menuju jakarta dan akhirnya sampailah saya di Jakarta. Setelah sampai barulah saya melihat apakah saya datang ke Jakarta tersebut saya menyusun evaluasinya atas apa yang telah saya jalani untuk sampai ke Jakarta”
Rasional kedua “Saya menentukan tujuannya yaitu saya harus sampai ke Jakarta. Setelha itu baru saya menentukan kriteria saya sampai ke jakarta itu harus seperti apa. maka mulai lah saya tentukan, yaitu harus selamat, efisien dalam hal biaya dan waktu. Setelah kriteria tersebut tersusun, maka mulailah saya menyusun langkah-langkah untuk mendapai tujuan tersebut. yaitu saya menentukan jam berapa naik angkot, jam berapa harus sampai ke terminal leuwi panjang, kemudian menentukan mobil bisa apa yang harus dipakai yg sesuai dengan keuangan yg ada di saya, dan juga menentukan harus sampai di Jakarta.”
Nah dari dua skenario tersebut ada perbedaan yaitu yang pertama menentukan tujuan, menyusun proses dan terakhir menyusun asesessmentnya (ini bukan pendekatan backward design) . yang kedua adalah menyusun tujuannya, menyusun asesessmentnya dan terakhir baru menyusun proses untuk mencapai tujuannya karena sudah ditentukan asessmennya. (inilah pendekatan backward design)
Tag :
Model Pembelajaran
0 Komentar untuk "Apa itu Backward Design"